12/19/2013

Perbedaan Menu Makan Siang yang di Sajikan Kantin Sekolah Untuk Siswa-siswa dari Berbagai Negara

Di beberapa negara menu makan siang biasanya disediakan oleh masing-masing sekolah. Menjadi sesuatu hal yang unik karena makanan sekolah haruslah higienis, bergizi, sekaligus membangkitkan selera makan para siswa. Berikut ini beragam menu makan siang siswa dari berbagai negara:

1. Italia




Menu mengandung karbohidrat, biasanya terdapat menu pasta dan risotto, terdapat juga daging dan ikan plus sayuran lokal.


2. Jepang



Menu utama adalah nasi, ikan, sayuran ditambah tahu dan nori (rumput laut). Hidangan penutupnya adalah buah segar dan susu kedelai. Kadangkala menu khas barat juga dihidangkan.


3. Finlandia



Negara ini memiliki standar sendiri soal hidangan dengan protein dan sayuran. Paling umum adalah Hernekeitto, sup kacang hijau dengan daging asap. Susu menjadi pelengkap makan siang.


4. Korea Selatan



Hidangan makan siang terdiri dari nasi, sayur, daging, terkadang disajikan menu berkuah plus kimchi khas Korsel.


5. India



Kebanyakan siswa India membawa makan siang sendiri ke sekolah, menu umum adalah roti, nasi, kari lentil dan sayuran. Beberapa kantin menyajikan jajanan seperti Batatavada (sejenis kentang goreng) dan medhu vada (sejenis donat).


6. Brazil



Komposisi utama makan siang siswa Brazil kebanyakan biji-bijian, nasi dan dicampur dengan pisang


7. Kenya



Negara ini menyukai lentil dan kacang-kacangan, salah satunya Githeri. Githeri dibuat dari campuran rebusan kacang dan jagung ditambah kentang sayur dan daging ke dalam piring besar.


8. Prancis



Menu di Prancis sebagian besar mengandung karbohidrat seperti kentang. Tidak lupa buah segar dan susu.


9. Amerika



Menu kentang tumbuk merupakan menu yang umum ditambah susu dan buah.


10. Slovakia



Menu utama roti, (kadang-kadang) mackerel asap, sayuran, dan buah-buahan.


11. Swedia



Menu terdiri dari sayur, kentang, cracker, dan buah buahan.


Di Indonesia kebanyakan makan siang tidak disediakan oleh sekolah sehingga siswa lebih banyak makan siang di luar yang tentu saja ke-higienis-an dan nilai gizi patut dipertanyakan. Semoga ke depannya pemerintah lebih peduli dengan kebutuhan gizi siswa-siswi Indonesia

sumber : http://www.apakabardunia.com
Baca Selengkapnya »