3/06/2011

PENTINGNYA ILMU PENGETAHUAN TAMBAHAN BAGI GURU

    
    Ilmu pengetahuan tambahan seperti makanan tambahan, agar mendapat tambahan gizi jika makanan yang di makan merupakan makanan sehat tapi kalau makanan yang mengandung zat-zat beracun yaaa.. pintu rumah sakit terbuka lebar untuknya. Begitu juga halnya dengan ilmu pengetahuan di sekolah jika hanya mengandalkan buku paket dari penerbit tertentu saja (buku BOS).
     Asupan ilmu pengetahuan terbaru harus bisa dilakukan oleh setiap guru disekolah agar muridnya tidak tertinggal dengan kemajuan tekhnologi yang berkembang pesat. Di_Parepare, ilmu tambahan sering dilakukan akan tetapi refensi yang dimiliki masih kurang mengingat guru pemakai fasilitas perpustakaan kota dan Internet masih kurang, koran dan majalah yang beredar di sekolah-pun hanya mengandung berita miring politik kota. sangat jarang penulis menemukan chanel TV dirumah guru ataupun siswa menonton acara Televisi berwarna pendidikan apalagi diwaktu sore dan malam hari bahkan kota parepare tidak termasuk dalam kandatel managemen TELKOM sebagai pengguna internet dan rata-rata hasil tinjaun penulis selama 2 bulan di perpustakaan wilayah parepare hanya mencapai sekitar 1% pengunjung dari total penduduk kota Parepare.
       Tambahan ilmu diberikan juga harus sesuai dengan porsi usia mental siswa, jika masih SD sebaiknya tidak diajarkan konsep DNA yang rumit tapi hanya garis besarnya saja dan diberi contoh yang konkret berhubungan dengan keseharian siswa.
       Kesesuaian ilmu pengetahuan yang diterima siswa dengan kematangan mental siswa sebenarnya sangat jarang mencapai keseimbangan. Sebagai contoh, dari 20 siswa ada 2 orang siswa yang ber-IQ diatas rata-rata temannya dan akibatknya mereka selalu mendesak guru untuk memberikan pelajaran yang sedikit lebih rumit, tapi jika guru menaikkan level materi pelajaran maka siswa lain akan tertinggal karena proses loading 18 siswa lainnya lebih lamban, ini bukanlah keseimbangan dan sering terjadi disekolah khususnya di kota Parepare, dan jika guru mengabaikan 2 murid yang berotak Pentium Core i-3 demi 18 siswa berotak pentium celeron maka 2 siswa ini akan kehilangan efektivitas dan efisiensi kehidupan belajar mereka.
       Guru harus pandai bermanajemen kelas dan tentu saja dibantu oleh semua pihak sekolah agar kesesuaian/keseimbangan ilmu terhadap jumlah siswa tidak terabaikan dan menelan korban. berkaitan dengan ilmu tambahan guru, di kota Parepare masih cukup tertinggal dengan keadaan guru di Makassar karena akses referensi ilmu tambahan yang mudah dan kemauan guru-guru yang tua dan muda masih berkobar untuk tetap belajar agar menjadi guru teladan dari segi ilmu dan moralitas, tapi sayangnya akses ilmu ini tidak terfilter dengan baik dibantu antek-antek berpendidikan tapi tak bermoral dan etis meracuni jiwa anak-anak makassar dan sulawesi pada umumnya. Agar hal ini berkurang dan tambahan ilmu untuk guru berjalan lancar, tanggung jawab semua pihak instansi pendidikan mulai dari menteri, kementrian, lembaga, kepada dinas, kepala sekolah, guru, dan siswa harus saling sharing dan menasehati serta tidak adanya pengucilan Ide dari pihak manapun meski hanya bawahan atau orang luar, tapi kalau benar dan efektif, why not..
Baca Selengkapnya »

INDONESIA bukanlah NUSANTARA !


Jika pengetahuan dimaknai sebagai kumpulan fakta-fakta yang saling berhubungan satu sama lain mengenai sesuatu hal tertentu, maka apa yang kuuraikan pada tulisan ini bukanlah sebuah pengetahuan sejarah. Melainkan sebuah opini atau pendapat yang justru disebabkan oleh kurangnya nilai pengetahuan didalamnya, sehingga saya amat yakin akan kebenarannya. Itulah sebabnya, kajian ini saya tempatkan pada laman “Kajian Ininnawa”. Ya, cuma sebuah pendapat dari lembaga pengetahuanku yang dangkal semata...

Cetusan Rasa Gundah

Awal bulan Juli yang lalu, kuinjakkan kaki kembali di Situs Pendopo Agung, Trowulan – Mojokerto, Jawa Timur. Tidak banyak perubahan yang kulihat sejak mengunjungi pertamakalinya pada bulan Juni tahun 1993, kecuali jalan setapak dibelakang pendopo itu yang membawa kita ke komplek Makam Kuno yang disebut sebagai Kubur Panggung. Tidak jauh dari dari tempat itu pula, berdiri sebuah bangunan kecil yang  dikatakan sebagai komplek pertapaan Prabu Hayam Wuruk. Pada tempat itu pulalah, seorang lelaki bercerita dan berkisah terus menerus dengan lagak seorang Bhagawan. Tiada lain yang dikisahkannya, adalah : Kebesaran Kerajaan Majapahit dengan Maha Patihnya yang mempersatukan Nusantara dalam sebuah imperium, yakni : Majapahit.

Seketika itu saya teringat dengan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sejak SD, SMP dan SMA (resminya saat ini, Pendidikan Terakhirku adalah SMA, harap maklum). Ketika pokok bahasan sampai pada “Wawasan Nusantara” atau “Wujud Persatuan Indonesia”, maka pastilah “Sejarah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya” dijadikan acuan. Namun pada kelanjutannya, hal ihwal Kerajaan Sriwijaya tidaklah terlalu ditonjolkan lagi, tenggelam oleh kemegahan Majapahit. Sesuatu yang berusaha ditanamkan, bahwa : Wujud Negara Kesatuan Indonesia (NKRI) pada masa ini tiada lain adalah manifestasi atau reinkarnasi Majapahit di masa lalu. “Bhinneka Thunggal Ika” adalah slogan kebesaran Majapahit yang kini menjadi motto pada Garuda Pancasila, Lambang Negara Kesatuan tercinta ini.

Tanpa bermaksud mencederai prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta, saya sebagai anak bangsa ini merasakan jika ada “kesalahan berpikir” sejak awal yang terlalu dipaksakan untuk menjadi dasar ideology oleh suatu kalangan tertentu dalam elemen pendiri Negara ini. Bahwa “Kesadaran Nasional” sebagai perwujudan kesatuan yang pada awalnya dilatarbelakangi adanya rasa persamaan nasib sebagai bangsa yang terjajah oleh Belanda, kini dibelokkan sedemikian rupa untuk menunjukkan keunggulan suatu bangsa terhadap bangsa lainnya dalam suatu kesatuan. Maka seketika itu saya teringat ujar Jenderal Purn. M. Yusuf. Alm. (Mantan Menhankam / Pangab) pada tahun 2005 yang lalu, bahwa : “Pokok permasalahan bangsa yang besar ini cuma 1 (satu), bahwa adanya suatu suku bangsa yang terlalu  ambisi untuk menguasai seluruh suku bangsa lainnya.”.

Jenderal Legendaris yang ksatria dan amat mencintai negaranya itu adalah saksi sejarah yang dapat melihat serta merasakan sendiri bagaimana pergolakan demi pergolakan terjadi pada 3 Orde, era perjalanan bangsa ini sampai sekarang. Sejak Sekarmaridjan Kartosuwiryo di Jawa Barat, Teuku Daud Beureueh di Nangroe Aceh Darussalam hingga Letkol. Abdul Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. Semuanya meneriakkan protes atas pembelokan dasar ideology yang terlalu dipaksakan tersebut, sebelum terpaksa mengangkat senjata sebagai strategi atau langkah terakhir yang dapat ditempuhnya. Istilah “Majapahitisme” adalah tudingan Letkol. Abdul Kahar Muzakkar pada Presiden Soekarno, tidak lama sebelum beliau kembali ke Sulawesi Selatan untuk memproklamirkan gerakan DI/TII yang dinilai oleh banyak pengamat sejarah, tiada lain hanya merupakan “Alasan Berkelahi” semata. Beliau telah prustasi dan amat gerah oleh ketidakadilan yang nampak jelas didepan matanya. Namun jua akhirnya, para Patriot Bangsa itu tergilas habis oleh revolusi serta dinyatakan sebagai pemberontak bangsa.

Sudahlah. Waktu telah berlalu, Sejarah telah terlanjur membentuk dirinya sedemikian rupa…, demikian kata IninnawaE saat ini. Tapi lihatlah, nama Sultan Hasanuddin “Si Ayam Jantan dari Benua Timur” yang merupakan symbol kegigihan perjuangan melawan penjajahan Belanda di Sulawesi Selatan, kini hanyalah nama sebuah Airport belaka. “Wirabuana” yang lagi-lagi berbau Majapahit itu kini diabadikan sebagai “Kodam Wirabuana” Sulawesi Selatan yang berlambangkan pohon Lontar dan Kelewang “Sudanga”, Arajang Kerajaan Gowa di masa lalu. Sungguh, gara-gara inilah hingga sampai saat ini saya tidak tahu dan tidak tertarik untuk mengetahui kepanjangan daripada “KODAM”.. Cetusan rasa gundah.

Akhirnya azas kesatuan yang dicetuskan pada “Sumpah Pemuda”, kini isinya tiada lain berupa “Sumpah Palapa”. “Mengaku berbahasa satu, BAHASA INDONESIA” hanya slogan belaka. Lihatlah, satelit pertama  bangsa ini dinamai : Satelit Palapa. Lambang Kementerian Pendidikan Nasional bertuliskan “Tut Wuri Handayani”, Motto Korps Marinir TNI AL juga demikian, tak kalah panjangny. Bahkan hampir semua lambang dan motto seluruh Departemen (Kementerian) di Negera ini, semuanya berkarakter Majapahit belaka. Lalu, kenapa motto itu TIDAK berbahasa Indonesia saja ?.  

Penelusuran Tak Berujung…

 
Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini tidak boleh didasarkan pada azas “Penaklukan Majapahit” yang diklaimnya berdasarkan kitab kunonya secara sepihak !, demikian geliat penasaran hatiku yang senantiasa gusar oleh hal ini pada setiap waktu. 

“Pengetahuan Sejarah adalah kumpulan fakta yang saling berhubungan satu sama lain mengenai suatu peristiwa tertentu..” (Prof. S.I. Poeradisastra, 1978). Kemudian menurut Arnold J. Toynbee bahwa azas sebuah peristiwa “Sejarah” menyangkut 2 (dua) bangsa, dipahami sebagai suatu krologis peristiwa yang terbukti secara factual melalui penelusuran manuskrip atau prasasti pada kedua bangsa tersebut. Contoh factual yang memenuhi syarat untuk dinyatakan sebagai sebuah “peristiwa sejarah”, adalah penaklukan Yunani atas Negeri Babilonia yang dipimpin oleh Alexander The Great dari Macedonia. Selain didapatkan manuskrip yang memberitakan peristiwa tersebut di Yunani, juga ditemukan  Koin mata uang Babilonia bergambar Alexander The Great didalamnya. Contoh lain adalah penaklukan VoC Belanda pada Kerajaan-Kerajaan local di Jazirah Sulawesi sangat jelas tertulis pada naskah-naskah lama dan syair-syair setempat, misalnya : Sinrilliq Kappala Tallumbatua. Suatu pengakuan tentang rangkaian aksi kesejarahan orang-orang Belanda di Sulawesi Selatan.


Sehubungan dengan uraian tersebut diatas, "penaklukan" atas beberapa Negeri di Sulawesi Selatan sangat jelas tertulis pada kitab Kakawin Nagarakertagama, sebuah kitab kuno yang kini diakui sebagai "Memori Dunia" oleh UNESCO. Kakawin Nagarakertagama digubah oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M pada masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350 - 1389). Perihal Kerajaan di Sulawesi pada "pupuh 14" sebagaimana diuraikan dalam terjemahan, sbb :


Pupuh XIV

1.
Kadandangan, Landa Samadang dan Tirem tak terlupakan Sedu, Barune (ng), Kalka, Saludung, Solot dan juga Pasir, Barito, Sawaku, Tabalung, ikut juga Tanjung Kutei, Malano tetap yang terpenting di pulau Tanjungpura.
2.
Di Hujung Medini Pahang yang disebut paling dahulu, Berikut Langkasuka, Saimwang, Kelantan serta Trengganu, Johor, Paka, Muar, Dungun, Tumasik, Kelang serta Kedah, Jerai, Kanjapiniran, semua sudah lama terhimpun.
3.
Di sebelah timur Jawa seperti yang berikut: Bali dengan negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah, Gurun serta Sukun, Taliwang, pulau Sapi dan Dompo, Sang Hyang Api, Bima, Seran, Hutan Kendali sekaligus.
4.
Pulau Gurun, yang juga biasa disebut Lombok Merah, Dengan daerah makmur Sasak diperintah seluruhnya, Bantayan di wilayah Bantayan beserta kota Luwuk, Sampai Udamakatraya dan pulau lain-lainnya tunduk.
5.
Tersebut pula pulau-pulau Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar, Lagi pula Wanda (n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor, dan beberapa lagi pulau-pulau lain.
 ....(Prof. Dr. Slamet Mulyana, Nagarakertagama dan Tafsir Sejarahnya, tanpa tahun).


Kemudian sumber tersebut diatas diperbandingkan dengan sumber-sumber yang ada di Sulawesi Selatan. Maka penelusuran dimulai pada sumber tentang Kerajaan Luwu yang dianggap sebagai Kerajaan Tertua di Sulawesi, terutama dihubungkan dengan penaklukan Majapahit pada kerajaan tersebut sebagaimana tertulis pada Kakawin Nagarakertagama. Kemudian dibuka pulalah naskah Lontara I La Galigo dari berbagai sumber, maka penulis tidak dapat menemukan satu uraianpun yang menyatakan penaklukan Majapahit terhadap negeri Luwu.

Bahkan lebih dari itu, Angkatan Laut Mancapai' (Majapahit) yang dikisahkan bertekuk lutut dibawah gempuran Sawerigading beserta pasukannya di tengah laut dalam perjalanan menuju Cina (Watampugi'). Sumber tersebut dapat dibaca pada tulisan Andi Bau Sulolipu Opu To Tadampali (Mengenal Sawerigading - tanpa tahun), R.A.Kern (Catalogus Van de Boeginese, tot de I La Galigo Cyclus behorende handschriften, Makassar, Matthesstichting-1954) serta semua naskah lontara I La Galigo dimanapun berada. 


Sumber lain yang menyebutkan tentang Majapahit, adalah : Lontara milik Opu Tomarilaleng Luwu (NB No. 208) dimana pada pembukaannya tertulis sebagai berikut : " Simpurusiang tompoo'E ri busa uaE powawinEi Manurung Patyanjala, poana'i Ana'kaji. Iana lao mabbainE ri Majapai' ana'na Ratu Majapai' riyasengnE We Tappacin. Iana poana'i  Toampanangi ..." (Simpursiang yang timbul dari busa air memperisterikan Sang Manurung Patyanjala, yang melahirkan Anakaji. Ialah yang berangkat untuk beristeri di Majapahit yakni puteri Ratu Majapahit yang bernama We Tappacin. Ialah yang melahirkan Toampanangi ...)


Kemudian Lontara' Sukkuna Wajo karya La Sangaji Puanna La Sengngeng Arung Bettempola juga menyebutkan perihal pernikahan Anakaji (Pajung Luwu ke-IV) dengan Puteri Raja Majapahit yang bernama We Tappacina. Menyambut kepulangan Anakaji dari Jawa dengan memboyong isterinya tersebut, sehingga Pajung Luwu menghadiahkan "Tana SitonraE" yang terdiri atas TEmpE, Siengkang, Tampangeng dan WagE (kini masuk dalam wilayah Kab. Wajo). Siengkang (sama datang) adalah cikal bakal Kota Sengkang yang kini menjadi Ibukota Kabupaten Wajo. Siengkang yang berarti "sama datang", kawasan itu dinamai demikian karena mengingat orang-orang Majapahit dan orang-orang Luwu "datang bersamaan dalam suatu rombongan" untuk menghuni dan menetap di Negeri yang dihadiahkan tersebut.




Pada kedua macam sumber yang berbeda tersebut diatas (Kakawin Nagarakertagama di Jawa dan Lontara-Lontara di Sulawesi Selatan), maka nampaklah perbedaan yang jelas diantara keduanya. Sumber dari Jawa menyatakan jika Majapahit telah menaklukkan Negeri-negeri di Sulawesi Selatan dan sebaliknya pula, Lontara-Lontara Sulawesi Selatan menyatakan jika Majapahit adalah negeri "seberang lautan" yang angkatan lautnya telah dipermalukan serta puteri rajanya diboyong ke Sulawesi Selatan. Sebab adalah hal yang "tidak mungkin" seorang Raja Penakluk rela jika "puterinya diboyong" oleh Raja taklukannya. Peristiwa yang serupa namun tidak persis sama dikisahkan pada "babad" pernikahan Hayam Wuruk dengan Puteri Pasundan (Jawa Barat), dimana protokoler penjemputan iring-iringan pengantin dipersoalkan oleh Patih Gajah Mada sehingga mengakibatkan perang diantara kedua kerajaan.


Ketidaksesuaian lain yang membedakan antara kedua sumber, adalah pencantuman "Bantayang" pada "pupuh 14" Nagarakertagama. Sebagaimana sumber-sumber yang ada di Sulawesi Selatan, utamanya pada sumber dari Luwu dan Gowa disebutkan bahwa Bantayang yang kini dikenal sebagai "Kabupaten BantaEng" penamaannya berasal dari nama salah seorang saudara lelaki Anakaji (Menantu Hayam Wuruk,  Prof. Mr.Dr. H. Andi Zainal Abidin Farid, SH - Munculnya Kedatuan Luwu, 1994) yang bernama : Patala Bantang. Adalah hal yang sangat tidak masuk akal jika sebuah perkampungan pinggir pantai yang dijadikan pendaratan pertama Patala Bantang langsung menjelma menjadi sebuah "Kerajaan bernama Bantayang" seketika itu. Padahal perlu dikemukakan disini, bahwa "Patala Bantang" adalah saudara Anakaji yang segenerasi (lebih muda) dengan Prabu Hayam Wuruk. Dengan demikian, Kerajaan Bantayang didirikan minimal 50 -100 tahun setelah Hayam Wuruk wafat. Sebuah kasus perbedaan "ruang waktu". Lalu Bagaimana mungkin Kerajaan Majapahit menaklukkan negeri yang belum ada ?.


Demikian pula dengan nama-nama negeri lainnya yang tercantum pada Kitab Kakawin yang "konon" ditulis pada abad XIV. Perlu diadakan sebuah penelitian yang mendalam, bahwa apakah Negeri Makasar, Salayar, Timor, Buton, Banggawi (Banggai), Sumba, Solor, Ambon dan Maluku sudah bernama seperti demikian pada kurun waktu tersebut ?. Khususnya "Makassar" menurut beberapa Sejarawan Sulawesi Selatan, bahwa : Penamaan "Makassar" mulai pada Abad XVII, ketika Khatib Tunggal (Penyiar Islam dari Minangkabau) berujar : "Makkassara'mi kanabianna Muhamma' SAW" (sudah menjelmalah kenabian Muhammada SAW).




Kesimpulan dan Penutup


Kembali kepada azas sebuah peristiwa sejarah sebagaimana diuraikan diatas, maka jelaslah bahwa apapun yang tertulis pada kitab Kakawin Nagarakertagama tentang penaklukan Majapahit di Sulawesi Selatan TIDAK DAPAT dikatakan sebagai sebuah kebenaran sejarah. Demikian pula dengan kemenangan Sawerigading terhadap pasukan Angkatan Laut Majapahit, juga TIDAK dapat pula dikatakan sebagai sebuah peristiwa sejarah. Kedua sumber tersebut "walau bagaimanapun kunonya" namun bukan merupakan sebuah jaminan tentang suatu kebenaran sejarah jika ditilik secara metodik. 


Adalah jauh lebih bijak jika "Semangat Persatuan dan Kesatuan Bangsa" dibawah lambaian Sang Saka Merah Putih dikembalikan sebagaimana awalnya, yakni : persamaan nasib dan persamaan lainnya dalam kehidupan berbudaya yang dicetuskan dalam "Sumpah Pemuda", 28 Oktober 1928. Bukan disebabkan oleh "klaim" tentang kemaharajaan salahsatu diantara yang lainnya, dimana hal tersebut "belum tentu" kebenarannya. Andaikanpun itu benar, namun tetaplah bukan sebagai sesuatu "yang arif" untuk dijadikan 'DASAR KESATUAN".


Akhirnya penulis menghaturkan ucapan : Jayalah Negeriku, Bersatulah Bangsaku .. Negerimu, Negeriku, Negeri kita bersama .. Tanah Air kita, Indonesia tercinta ...


Wallahualam Bissawab...
Baca Selengkapnya »

2/05/2011

LEDAKAN TERPROGRAM

Menurut model dentuman besar (Teori Big Bang), alam semesta mengembang dari keadaan awal yang sangat padat dan panas dan terus mengembang sampai sekarang. Secara umum, pengembangan ruang semesta yang mengandung galaksi-galaksi dianalogikan seperti roti kismis yang mengembang. Gambar di samping merupakan gambaran konsep artis yang mengilustrasikan pengembangan salah satu bagian dari alam semesta rata.
         Dentuman besar atau Big Bang adalah kreasi yang maha dahsyat seperti yang dilansir oleh harun yahya dalam artikelnya tentang Big Bang ilmuwan ini telah memberikan pembenaran tentang hanya kekuatan terbesar yang mampu membuat sesuatu yang disebut dalam Teori Big Bang. Awal dari terbentuknya alam semesta adalah dari satu titik yang meledak dan dari ledakan titik tersebuklah galaksi, planet, matahari, dan Bumi tempat kita hidup dan berkembang biak. satu hal yang perlu kita pikirkan, jika kita meyakini bahwa hidup manusia dan  semuanya telah direncanakan oleh tuhan dan tentu saja tidak secara kebetulan pastilah ledakan ini telah terprogram sebelumnya, kita bisa mengambil contoh dari film final destination, semua kematian dalam film ini telah terprogram/terencana dalam bentuk yang akurat dan otomatis. Ledakan yang besar ini dalam pembentukan alam semesta tentu telah terukur dengan sangat akurat yang tehimpun dalam program tuhan yang sangat rumit, mulai dari awal terbentuknya titik alam semesta hingga kehancuran alam semesta sendiri telah terukur akurat hingga sekian desimal dalam matematika. Daya ledaknya, warna yang dikeluarkan, ukuran besar titik tersebut, hingga panas yang diperlukan, dan komponen lain yang akan digunakan untuk merakit alam semesta ini sampai terbentuknya manusia bahkan tahun,bulan,tanggal,jam,menit, detik kematian suatu individu telah terprogram dalam ukuran yang akurat disetiap ledakan titik awal alam semesta yang disebut dalam Teori Big Bang.
          Sungguh menakjubkan, tuhan telah memprogram segalanya dari awal dan script pemrograman tuhan ini termaktub dalam al-Qur'an (Kitab suci umat Islam) bahwa tuhan maha cepat perhitungannya jadi, dari pernyataan ini dapat juga kita memetik hipotesa sederhana, yaitu "Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum"(Stephen Hawking), karena tuhan telah memprogram semuanya sejak awal seperti ribuan kartu yang telah tersusun rapi berdiri didepan  kartu sebelumnya dengan berdekatan, hanya dengan mendorong satu kartu maka semua akan terjatuh dan terbentuklah pola.( By Syuaib)


PROGRAMMED EXPLOSION
       According to the model of the Big Bang (Big Bang Theory), the universe expanded from the initial state is very dense and hot and continue to expand until now. In general, the development of space universe containing galaxies analogous to like a fluffy bun. The picture on the side is a picture of the artist's concept illustrating the development of one part of the universe is flat.
         
Big Bang or Big Bang is the creation of an all-powerful as quoted by harun yahya in his article about the Big Bang scientists has provided justification of the only superpower capable of making something called the Big Bang Theory. The beginning of the universe is the one point that exploded and the explosion point tersebuklah galaxies, planets, sun, and Earth where we live and breed. one thing we need to think, if we believe that human life and everything has been planned by god and certainly not by chance this explosion must have been programmed before, we can take example from the movie final destination, all the deaths in this movie has been programmed / planned in the form of accurate and automatic. This great explosion in the formation of the universe would have been measured with very accurate tehimpun god in a very complicated program, starting from the initial formation of the universe points to the destruction of the universe itself has been measured accurately up to many decimal places in mathematics. Yield, which removed the color, large size of these points, until the necessary heat, and other components that will be used to assemble this universe to the formation of human beings even year, month, date, hour, minute, second death of an individual has been programmed in size accurate in every explosion starting point of the universe, called the Big Bang Theory.
          
It's amazing, god has programmed everything from scratch and script programming this god enshrined in the Koran (holy book of Muslims) that god is most rapid calculations so, from this statement we can also pick a simple hypothesis, namely "The law may be made by God, but God did not intervene to break the law "(Stephen Hawking), because god has programmed everything from the beginning as thousands of cards have been stacked neatly standing in front of the card prior to the close, just by pushing a single card then all will fall and formed a pattern . (By me)
Baca Selengkapnya »

11/24/2010

METODE PEMBELAJARAN EFEKTIF


Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.


Metode Debat
Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.
Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

Metode Role Playing
Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:
Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Langkah-langkah:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
2. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
• Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
• Setiap siswa mendapat peran.
• Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
• Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
• Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.
Langkah-langkah:
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Menyajikan materi sebagai pengantar.
3. Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
4. Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5. Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
6. Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7. Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan:
1. Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2. Melatih berpikir logis dan sistematis.
Kekurangan:Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.

Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
Langkah-langkah:
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
6. Kesimpulan.
Kelebihan:
• Setiap siswa menjadi siap semua.
• Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
• Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Kelemahan:
• Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
• Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru

Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)
Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.
b. Merencanakan kerjasama
Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.
c. Implementasi
Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.
d. Analisis dan sintesis
Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.
e. Penyajian hasil akhir
Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.
f. Evaluasi
Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

Metode Jigsaw
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.
Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:
1. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
2. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
3. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
4. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40

Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
2. Guru menyajikan pelajaran.
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
5. Memberi evaluasi.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
2. Membedakan siswa.

Model Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
7. KKesimpulan.
Kebaikan:
1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
2. Memakan waktu yang lama.

Model Lesson Study
Lesson Study adalah suatu metode yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.
Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi:
a. Perencanaan.
b. Praktek mengajar.
c. Observasi.
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.
2. Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.
3. Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.
4. Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.
5. Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
6. Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).
Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:
- Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
- Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.
Baca Selengkapnya »

11/12/2010

METODE PEMBELAJARAN VERSI TUHAN

        Hidup ini telah terprogram sebelumnya karena tuhan tentu sudah tahu kelakuan kita nantinya, apakah akan membangkang atau tidak oleh karena itu perlu bimbingan dari tuhan. agar komunikasi terjalin antara manusia dan penciptanya maka dibutuhkan perantara yang didalam agama samawi disebut rasul atau utusan sang pencipta karena tidak mungkin tuhan turun langsung bergabung dan menunjukkan kekuasaannya sebagai tuhan agar kita mengikutinya seperti presiden yang harus turun tangan mengangkat mayat korban tsunami di Aceh hal tersebut tidaklah etis bagi seorang presiden (untuk membahas masalah itu silahkan baca di sumber yang berbeda).
        selama rasul berada didunia manusia yang penuh masalah, rasul perlu dibekali ilmu yang cukup untuk mensukseskan misinya, ilmu ini diterima oleh rasul dari tuhan tidak seperti belajar dibangku sekolah tapi diperoleh dari berbagai sumber dalam alur kehidupan rasul itu sendiri secara berangsur-angsur ... BERSAMBUNG ...
Baca Selengkapnya »

10/31/2010

mungkin siswa anda tidak bodoh

GAYA BELAJAR ANAK

Bolos (belajar disekolah membosankan)
        aduuuh, nih anak bodohnya minta ampun, malas dah mengajar kalau siswaku begini terus.
Jika anda pernah mengucapkan kata-kata diatas, sebaiknya cabut kembali kalimat tersebut karena banyak hal yang membuat siswa sulit menerima materi, berikut salah satunya yang saya kutip dari sebuah artikel.

Pernahkah kita mencari tahu, mengapa ada anak yang bisa duduk diam dan ada pula anak-anak yang tak pernah berhenti bergerak; ada anak yang suka mendengarkan cerita tapi ada juga yang lebih suka membaca buku atau melihat-lihat gambar.

Selama ini, khususnya di sekolah formal, hal-hal semacam itu mungkin hanya dijadikan catatan, namun tak membuahkan gagasan untuk menerapkan model belajar yang paling sesuai untuk setiap anak yang berbeda tersebut.

Bagi para pendidik rumahan alias orang tua, mengamati gaya anak-anak dalam beraktivitas tidaklah sulit.Namun tahukah kita bahwa gaya setiap anak dalam beraktivitas adalah cerminan dari gaya belajar mereka. Oleh karena itu, jika kita sudah bisa mendeteksi kecenderungan mereka dalam beraktivitas, hal itu akan sangat membantu kita dalam memilih model belajar paling tepat bagi mereka.

Thomas Amstrong memilah gaya belajar setiap orang menjadi tiga: Visual, Auditori, dan Kinestetik (Haptik). Mereka yang bergaya belajar visual sangat peka dengan gambar dan sesuatu yang menarik indera penglihatan lainnya. Oleh karena itu, anak-anak bertipe visual akan sangat terbantu belajarnya jika kita banyak mempergunakan gambar atau video.

Adapun mereka yang bertipe auditori, akan sangat tertarik dengan stimulasi yang memancing indra pendengaran: mungkin lagu atau musik/irama. Suara mereka biasanya nyaring dan senang berceloteh. Oleh karena itu, sangat baik bagi anak-anak auditori untuk memperoleh bantuan berupa kaset berisi lagu atau kata-kata berirama, dongeng, dan alat-alat stimulasi pendengaran lainnya.

Terakhir adalah gaya belajar kinestetik (haptik). Anak-anak haptik sangat suka bergerak, dan cara mereka belajar memang membutuhkan unsur gerak fisik. Mereka akan tersiksa jika dipaksa untuk duduk diam saat belajar. Namun, gaya belajar yang satu ini memang masih sulit diterima di sekolah formal yang pasti klasikal (terdiri atas banyak anak di dalam kelas).

Biasanya, guru yang tidak mengerti akan memberikan label "nakal" atau "pengganggu" pada  mereka. Memilih model belajar yang sesuai dengan gaya belajar anak, sangat penting agar proses belajar selalu berlanjut dengan suasana yang asyik bagi mereka.

Lalu, bagaimana jika gaya belajar anak-anak kita mungkin saja berbeda dengan gaya belajar  orang tuanya? Tentu saja, orang tua harus 'legowo' untuk menerapkan model belajar yang  sesuai dengan anak-anak. Jika pun kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita bisa minta bantuan nenek, tante, atau teman dekat yang memang memiliki gaya yang cocok untuk mengajar anak-anak kita. Nggak ada salahnya, kan?
Baca Selengkapnya »

10/20/2010

HADITS PALSU/ LEMAH DIAJARKAN DI SEKOLAH

         Sekolah adalah tempat dimana kita menimba ilmu demi masa depan yang cerah. sekolah memberi kita waktu untuk menimba ilmu dan menelusuri kebenarannya dengan bantuan dari guru. semua manusia yang telah berhasil secara finansial dan non-finansial yang pernah mengecap pendidikan hingga setidaknya tingkat menengah pasti akan berterima kasih pada gurunya dahulu disekolah, meski gurunya dulu sering memukul dan memarahinya seseorang yang berhasil akan dengan cepat melupan hal itu.
          
          Tak dapat dipungkiri, sekolah memang telah mengubah banyak manusia menjadi lebih baik pada sisi moral, tapi bagaimana dengan sisi bobot keilmuan yang telah mereka peroleh dari sekolah. mari kita simak kisah berikut.


Anak kecil itu berlari-lari pulang ke rumahnya. Tangannya yang mungil memegang sepucuk surat dari guru sekolahnya. Di ambang pintu rumah ia berteriak, "Mama, Mama, ada surat dari Pak Guru". Ibunya, Nancy Elliot, mantan guru, menyambut anak bungsu dari tujuh bersaudara itu dengan ciuman dan pelukan penuh kasih sayang.

"Coba Mama lihat," ujarnya seraya membuka amplop surat dengan hati-hati. Tangannya gemetar saat matanya menelusuri kata demi kata yang terpampang jelas di hadapannya: "Anak ini terlalu bodoh untuk dididik. Kami mengembalikannya pada Anda. Mulai besok, ia tak perlu datang ke sekolah lagi."

"Ma, mengapa Mama menangis?" tanya si anak, penuh keluguan. Dengan cucuran air mata sang ibu meraih tubuh kecil itu, memeluknya sambil berkata, "Thomas, I educate you my self."

         Semua orang tahu siapa pemeran cerita diatas, ya! dia Thomas Alfa Edison yang telah di DO dari sekolahnya  dan wafat sebagai seorang penemu briliant, lalu apa sebenarnya fungsi dari sekolah jika yang diasah hanya moral dan itupun tidak menjanjikan di kemudian hari. mari kita melihat kemajuan dalam negara kita Indonesia, nampaknya sekolah di Indonesia kurang efektif dan kurang efisien, bisa dipermudah malah dipersulit.

        Intinya, sekolah di seluruh dunia tercatat bahwa kesalahan dalam hal efektifitas pembelajaran dan penilaian ada pada personil sekolah dari guru hingga pejabat-pejabat diatasnya, tapi khusus di Indonesia juga termasuk orangtua murid yang menitik beratkan pendidikan kepada sekolah anaknya hingga lebih banyak menyalahkan guru dari pada koreksi diri sendiri tentang cara mendidik anak.

        Proses transfer ilmu tidak dapat dihindari jika kita berada dalam lingkup sekolah dan ilmu itu berbagai macam mulai dari bahasa/sastra, moral, sains, sejarah, hingga gosip terbaru dikalangan guru - guru perempuan. ilmu yang terus bertukar dan bertambah ini sangat membutuhkan filter yang kasar dan halus dalam hal ini saya hanya membahas tentang Pendidikan Agama Islam (PENDAIS) karena islam berpedoman  pada al-Qu'ran dan Hadits.

         al-Qu'ran dan Hadits bersumber dari Allah dan ditranslate oleh Nabi Muhammad hingga sampai pada kita termasuk guru pendidikan agama islam di sekolah-sekolah diseluruh dunia. Berkaitan dengan sejarah maka perlu diperhatikan kebenaran asal dari Hadits itu sendiri (Al-Qur'an tidak termasuk karena Allah telah menyatakan memeliharanya hingga akhir Zaman), nah! apakah guru-guru sudah tahu hal itu, tentu saja mereka tahu tentang derajat hadits dari yang shahih hingga maudhu (palsu), hanya saja guru-guru pendais lebih sibuk memikirkan tekhnik mengajar yang baik dari pada kesahihan hadits yang mereka transfer pada murid, al hasil murid-pun menelan mentah-mentah hadits yang tidak bersumber dari rasulullah, sebagai contoh pada tingkat SLTP masih beredar hadits "bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup untuk selama-lamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok"...

Wallahu 'alam


Baca Selengkapnya »

10/01/2010

MENGAPA ORANG YANG CERDAS LEBIH BANYAK YANG GAGAL?


Mengapa orang yang lebih sosial berhasil sedangkan yang IQ-nya sedang banyak yang gagal? Pertama-tama kita perlu pahami dulu bahwa kecerdasan emosi (EQ) bukanlah lawan dari kosien kecerdasan (IQ). EQ justru melengkapi IQ seperti halnya kecerdasan akademik dan ketrampilan kognitif. 

Penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi emosi mempengaruhi fungsi otak dan kecepatan kerjanya (Cryer dalam Kemper).

Penelitian bahkan juga menunjukkan bahwa kemampuan intelektual  Albert Einstein yang luar biasa itu mungkin berhubungan dengan bagian otak yang mendukung fungsi psikologis, yang disebut amygdala.

Meskipun demikian, EQ dan IQ berbeda dalam hal mempelajari dan mengembangkannya. IQ merupakan potensi genetik yang terbentuk saat lahir dan menjadi mantap pada usia tertentu saat pra-pubertas, dan sesudah itu tidak dapat lagi dikembangkan atau ditingkatkan. Sebaliknya, EQ bias dipelajari, dikembangkan dan ditingkatkan pada segala umur. Penelitian justeru menunjukkan bahwa kemampuan kita untuk mempelajari EQ meningkat dengan bertambahnya usia.

Perbedaan lain, IQ merupakan kemampuan ambang yang hanya bisa menunjukkan jalan bagi karir kita atau membuat kita bekerja di bidang tertentu; sedangkan EQ berjalan di jalan itu dan mempromosikan kita di bidang itu. Oleh karena itu, keseimbangan antara IQ dan EQ merupakan unsur penting dalam keberhasilan manajerial. 

Sampai tingkat tertentu, IQ mendorong kinerja produktif; tapi kompetensi berbasis-IQ dianggap "kemampuan ambang", artinya kemampuan yang diperlukan untuk pekerjaan rata-rata. 

Sebaliknya, kompetensi dan ketrampilan berbasis-EQ jauh lebih efektif, terutama pada tingkat organisasi yang lebih tinggi ketika perbedaan IQ dapat diabaikan. 

Dalam studi perbandingan antara orang yang kinerjanya cemerlang dan yang biasa-biasa saja pada organisasi tingkat tinggi, perbedaannya 85% disebabkan oleh kompetensi berbasis-EQ, bukan IQ. Dr Goleman mengatakan bahwa walaupun organisasinya berbeda, kebutuhannya berbeda, ternyata EQ menyumbangkan 80-90% untuk memprediksikan keberhasilan dalam organisasi secara umum.
Kami merujuk kepada studi kasus yang dilakukan oleh Dr. Goleman dan dua peneliti EQ terkenal lain untuk menganalisis bagaimana kompetensi EQ berkontribusi bagi laba yang didapatkan sebuah firma akuntansi yang besar. 

Pertama, IQ dan EQ para partisipan diuji dan dianalisis secara mendalam; kemudian mereka diorganisasi ke dalam beberapa kelompok kerja, dan masing-masing kelompok diberi pelatihan mengenai satu bentuk kompetensi EQ, seperti manajemen-diri dan ketrampilan sosial; sebagai kontrol adalah satu kelompok yang terdiri atas orang-orang ber-IQ tinggi. 

Ketika dilakukan evaluasi nilai-tambah ekonomi yang diberikan kompetensi EQ dan IQ, hasilnya sangat mencengangkan. Kelompok dengan ketrampilan sosial tinggi menghasilkan skor peningkatan laba 110% , sementara yang dibekali  manajemen-diri mencatat peningkatan laba 390%, peningkatan $ 1.465.000 per tahun. 

Sebaliknya, kelompok dengan kemampuan kognitif dan analitik tinggi, yang mencerminkan IQ, hanya menambah laba 50%; artinya, IQ memang meningkatkan kinerja, tapi secara terbatas karena hanya merupakan kemampuan ambang. Kompetensi berbasis EQ jelas jauh lebih mendorong kinerja.

Penulis : Mohamed El-Kamony adalah mahasiswa yunior American University di Cairo yang mengambil bidang utama Administrasi Bisnis dengan konsentrasi ganda dalam pemasaran dan keuangan.
Baca Selengkapnya »

9/23/2010

Tujuh Keajaiban Dunia Yang Sebenarnya

Pada buku-buku paket yang beredar di sekolah-sekolah juga disebutkan tentang tujuh keajaiban dunia tentang tujuh keajaiban dunia yang tidak kita ketahui referensinya, sebagai guru ada baiknya kita mengetahui asal muasal tujuh keajaiban dunia yang sebenarnya.


Tujuh Keajaiban Dunia Kuno

 Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM).
"Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'" (Antipater, Greek Anthology IX.58)
Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM - 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.


Enam set Tujuh Kejaiban

Ada beberapa pertentangan di antara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap zaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.
  1. Keajaiban Dunia Kuno
  2. Keajaiban Dunia Pertengahan
  3. Keajaiban Dunia Alami
  4. Keajaiban Dunia Bawah Air
  5. Keajaiban Dunia Modern
  6. 7 Keajaiban Dunia Baru

Keajaiban Dunia Kuno

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, dengan Pharos Aleksandria, berasal dari zaman Pertengahan. Menurut daftar Antipater tertulis Tembok Babylon dan bukan menara lampu. Dalam urutan sesuai huruf:
  1. Colossus Rodos — patung Helios yang sangat besar, dibuat sekitar tahun 292–280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.
  2. Taman Gantung Babilonia — dibuat oleh Nebukadnezar II, sekitar abad ke-8 SM–abad ke-6 SM, sekarang Irak.
  3. Mausoleum Mausolus — makam Mausolus, satrap Persia, Caria, dibuat pada tahun 353–351 SM, di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum, Turki.
  4. Mercusuar Iskandariyah — mercusuar dibangun sekitar tahun 270 SM di pulau Pharos dekat Alexandria pada masa pemerintahan Ptolemeus II oleh arsitek Yunani Sostratus, sekarang Mesir.
  5. Piramida Giza — dipakai sebagai makam untuk firaun Mesir Khufu, Khafre, dan Menkaure, sekarang Mesir. Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575– sekitar 2465 SM)
  6. Patung Zeus — berada di Olympia, dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, kira-kira 457 SM sekarang Yunani.
  7. Kuil Artemis — 550 SM, di Efesus, sekarang Turki.
Tujuh Keajaiban Dunia Kuno
Kheops-Pyramid.jpg Piramida Agung Giza
Hanging Gardens of Babylon.jpg Taman Gantung Babilonia
Statue of Zeus.jpg Patung Zeus di Olympia
Temple of Artemis.jpg Kuil Artemis
Mausoleum of Halicarnassus.jpg Mausoleum Mausolus
Colossus of Rhodes.jpg Colossus Rodos
Lighthouse - Thiersch.gif Mercusuar Iskandariyah
Dua dari masing-masing keajaiban dunia sekarang berada di wilayah Yunani, Mesir, dan Turki, dan satu berada di Irak. Satu satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan adalah pembuatan pertama, Piramid Giza. Keajaiban dunia kuno yang berumur paling pendek adalah Colossus of Rhodes, yang hanya bertahan selama 56 tahun sebelum dihancurkan oleh gempa bumi. Ada beberapa perdebatan tentang apakah Taman Gantung Babilonia pernah dibangun.

 

Keajaiban Dunia Pertengahan

Setelah keruntuhan peradaban kuno, ingatan akan keajaiban dunia kuno yang hancur perlahan menghilang. Kaum cerdik-pandai dan filsuf meninjau ulang dan menulis kembali daftar keajaiban, menghilangkan yang lama dan menggantikannya dengan "yang baru dibuat" sementara kisah mereka menyebar. Setelah beberapa abad sebuah konsensus muncul dalam bentuk daftar Tujuh Keajaiban Pikiran Pertengahan:
  1. Katakombe Kom el Shoqafa
  2. Colosseum
  3. Tembok Besar China
  4. Hagia Sophia
  5. Menara miring Pisa
  6. Menara porselen Nanjing (Nanjing, Cina)
  7. Stonehenge (Skotlandia, Britania Raya)

Keajaiban alam

Sama dengan daftar keajaiban dunia lainnya, tidak ada kesepakatan akan daftar tentang keajaiban alam dunia. Salah satu dari daftar keajaiban dunia alami disusun oleh CNN
  1. Grand Canyon
  2. Great Barrier Reef
  3. Pelabuhan Rio de Janeiro
  4. Mount Everest
  5. Northern Lights
  6. Volkano Paricutín
  7. Air terjun Victoria

Keajaiban bawah air

Meskipun keajaiban dunia bawah laut adalah keajaiban dunia alami dan tidak dibuat oleh manusia; keajaiban di bawah ini bisa berada di dalam laut, di bawah permukaan laut, atau dikelilingi oleh perairan.
  1. Karang Penghalang Belize
  2. Deep-Sea Vents
  3. Kepulauan Galapagos
  4. Karang Penghalang Besar
  5. Danau Baikal
  6. Laut Merah Utara
  7. Palau

Keajaiban modern

Banyak orang sudah menyusun daftar Keajaiban dunia modern (Sekarang). Daftar yang paling umum adalah:
  1. Terowongan Channel (Britania Raya dan Perancis)
  2. Menara CN (Toronto, Kanada)
  3. Empire State Building (New York, Amerika Serikat)
  4. Jembatan Golden Gate (San Francisco, AS)
  5. Dam Itaipu (Brazil dan Paraguay)
  6. Borobudur (Indonesia)
  7. Terusan Panama (Panama)

 

7 Keajaiban baru

Sebuah projek tentang 7 keajaiban dunia secara luas. Pada tanggal 7 Juli 2007 terpilih 7 Keajaiban dunia baru dengan suara terbanyak yaitu:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Chichén Itzá Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Taj Mahal Cinta, Hasrat Flag of India.svg Agra, India Taj Mahal
Piramid Giza
(Kandidat Kehormatan, karena satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih ada)
Tidak Punah, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops

 

Finalis 7 Keajaiban Dunia Baru

21 finalis, disusun secara alfabet dan dengan simbol yang diasosiasikan adalah:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Acropolis Peradaban, Demokrasi Flag of Greece.svg Athena, Yunani Acropolis, dilihat dari sisi barat bukit Pnyx
Alhambra Harga Diri, Dialog Flag of Spain.svg Granada, Spanyol Pemandangan Alhambra dari Mirador St Nicolas di Albaycin, Granada
Angkor Wat Keindahan, Suaka Flag of Cambodia.svg Angkor, Kamboja Pintu Utama Candi, dilihat dari bagian timur Pintu Naga
Chichen Itza Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Moai Misteri, Keluarbiasaan Flag of Chile.svg Pulau Paskah, Chili Rano Raraku Moai
Menara Eiffel Tantangan, Kemajuan Flag of France.svg Paris, Perancis Menara eiffel saat matahari terbit dilihat dari trocadero
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Hagia Sophia Keyakinan, Penghormatan Flag of Turkey.svg Istanbul, Turki Sophia
Biara Kiyomizu Kejelasan, Ketenangan Flag of Japan.svg Kyoto, Jepang Kiyomizu-dera
Kremlin, Lapangan Merah, dan Katedral Saint Basil Pertahanan, Simbolik Flag of Russia.svg Moskow, Rusia Moscow Kremlin, dilihat dari Balchug
Katedral Saint Basil dan Menara Spasskaya Moscow Kremlin di Lapangan Merah Moskow
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Istana Neuschwanstein Fantasi, Khayalan Flag of Germany.svg Füssen, Jerman Neuschwanstein dilihat dari Marienbrücke
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Piramid Giza Ketidakpunahan, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops
Patung Liberty Kemurahan hati, Harapan Flag of the United States.svg New York City, Amerika Serikat Patung Liberty danPulau Liberty
Baca Selengkapnya »